Ia Tidak Bersamaku, Tapi Aku Membawanya

Kategori : Hikmah Umrah, Umrah, Ditulis pada : 28 Agustus 2026, 12:12:05

p sholihin.jpg

Saya Ingin mengajaknya lagi…

 

Tidak semua perjalanan ke Tanah Suci dilakukan bersama orang yang kita cintai.

Kadang…

kita harus belajar menerima kenyataan,
bahwa orang yang selama ini selalu berjalan di samping kita…

suatu hari, hanya bisa kita bawa dalam doa.

 

Namanya Bapak Sholikhin.

Keseharian beliau adalah sebagai marbot masjid.

Hari-harinya mungkin terlihat sederhana.

 

Mengurus masjid.
Menjaga kebersihannya.
Menyiapkan apa yang dibutuhkan jamaah.

 

Sebuah pekerjaan yang mungkin tidak banyak dilihat orang.

Tapi dari tempat sederhana itulah, beliau menjalani hari-harinya.

Termasuk hari-hari setelah kepergian seseorang yang paling beliau cintai…

 

Sekitar satu tahun yang lalu, istri tercinta beliau meninggal dunia.

Kepergian yang tentu tidak mudah untuk diterima.

Sebab ketika seseorang telah menemani kita dalam waktu yang begitu lama…

kepergiannya bukan hanya meninggalkan kesedihan.

Tapi juga meninggalkan ruang kosong;

 

Ruang kosong di rumah;

Di meja makan;

Dalam setiap kebiasaan;

Dan mungkin…

di setiap rencana yang dulu pernah dibuat berdua…

 

Lalu Allah memberikan Bapak Sholikhin kesempatan untuk menjadi tamu-Nya.

Beliau berangkat umroh bersama Bariklana Tour.

Sebuah perjalanan yang seharusnya menjadi perjalanan penuh kebahagiaan.

Namun, ada satu pemandangan yang membuat kami semua terdiam…

p sholikhin 2.jpg

Di hadapan Ka'bah…

Bapak Sholikhin membawa sebuah foto.

Foto seseorang yang sangat beliau cintai.

Foto almarhumah istrinya.

 

Beliau berdiri di depan Baitullah…

bukan bersama sang istri seperti yang mungkin pernah beliau bayangkan.

Tapi beliau tetap membawanya.

 

Karena terkadang…

“cinta tidak benar-benar pergi, meskipun orang yang kita cintai sudah tidak lagi ada di sisi kita. Ia tetap tinggal, dalam ingatan, atau hanya dalam sebuah cetakan gambar.”

 

Mungkin, bagi orang lain…

itu hanya sebuah foto.

Tapi bagi Bapak Sholikhin…

foto itu adalah cara sederhana untuk mengatakan,

“Saya sudah sampai di sini.”

 

Mungkin juga ada sebuah kalimat yang tidak pernah beliau ucapkan…

“Andai kamu masih ada, mungkin kita bisa melihat Ka'bah ini bersama.”

 

Kini, Bapak Sholikhin kembali menjalani hari-harinya.

Kembali bekerja.

Kembali mengurus masjid.

Kembali menjalani hidup yang mungkin tidak selalu mudah.

 

Tapi kali ini…

ada sebuah tujuan yang beliau simpan dalam hati.

Kembali menjadi tamu Allah.

 

Terima kasih, Bapak Sholikhin.

Melalui kisah sederhana Bapak, kami belajar…

bahwa cinta yang tulus tidak selalu harus diucapkan dengan kata-kata, tapi bisa diwujudkan dalam do’a.

 

di antara jutaan manusia yang datang ke Baitullah,

ada doa-doa yang tidak terdengar oleh siapa pun.

 

Doa seorang suami,

untuk istrinya yang telah lebih dulu pulang.

 

Semoga Allah menerima seluruh doa Bapak.

Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk almarhumah.

Dan semoga suatu hari nanti…

Allah kembali mengundang Bapak Sholikhin ke Tanah Suci.

Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

 

Aaamiin….

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id